Minggu, 07 April 2019

POTENSI EKONOMI POHON AREN (Arenga pinnata)



TUGAS EKONOMI SUMBER DAYA HUTAN
(POTENSI EKONOMI POHON AREN)
Dosen Penanggungjawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si
Oleh :
Edo Rayvaldo Purba
171201171
HUT 4B
                                                                                

 







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2019



I.                   Morfologi dan Kalsifikasi Aren
Klasifikasi Aren (Arenga pinnata)
Kingdom:
Divisi:
Kelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
A. pinnata

Morfologi Aren ( Arenga pinnata)



 







                       



Pohon aren atau enau ( Arenga pinnata) merupakan tumbuhan yang menghasilkan bahan-bahan industri sejak lama kita kenal. Namun sayang tumbuhan ini kurang mendapat perhatian untuk dikembangkan atau dibudidayakan secara sungguh-sungguh oleh berbagai pihak. Begitu banyak ragam produk yang dipasarkan  setiap hari yang berasal dari bahan baku pohon aren dan permintaan produk-produk tersebut baik untuk kebutuhan ekspor maupun kebutuhan dalam negeri semakin meningkat. Hampir semua bagian pohon aren bermanfaat dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari bagian fisik (akar, batang, daun, ijuk dll) maupun hasil produksinya (nira, pati/tepung dan buah). Selama ini permintaan produk-produk yang bahan bakunya dari pohon aren masih dipenuhi dengan mengandalkan pohon aren yang tumbuh liar.
Aren merupakan jenis tanaman tahunan, berukuran besar, berbentuk pohon soliter tinggi hingga 12 m, diameter setinggi dada (DBH) hingga 60 cm . Pohon aren dapat tumbuh mencapai tinggi dengan diameter batang sampai 65 cm dan tinggi 15 m bahkan mencapai 20 m dengan tajuk daun yang menjulang di atas batang . Waktu pohon masih muda batang aren belum kelihatan karenatertutup oleh pangkal pelepah daun, ketika daun paling bawahnya sudah gugur, batangnya mulai kelihatan. Permukaan batang ditutupi oleh serat ijuk berwarna hitam yang berasal dari dasar tangkai daun.   Daun: pinnate, hingga 8 m panjang, anak daun divaricate, panjangnya 1 m atau lebih, jumlahnya 100 atau lebih pada masing-masing sisi, dasar daun 2 auriculate, ujung daun lobes,  dan kadang-kadang bergerigi, permukaan atas hijau berdaging, bagian bawah putih dan bertepung . Pohon aren mempunyai tajuk (kumpulan daun) yang rimbun. Daun aren muda selalu berdiri tegak di pucuk batang, daun muda yang masih tergulung lunak seperti kertas. Pelepah daun melebar di bagian pangkal dan menyempit ke arah pucuk. Susunan anak daun pada pelepah seperti duri-duri sirip ikan, sehingga daun aren disebut bersirip. Oleh karena pada ujungnya tidak berpasangan lagi daun aren disebut bersirip ganjil. Pada bagian pangkal pelepah daun diselimuti oleh ijuk yang berwarna hitam kelam dan dibagian atasnya berkumpul suatu massa yang mirip kapas yang berwarna cokelat, sangat halus dan mudah terbakar. Massa yang menempel pada pangkal pelepah daun aren tersebut dikenal dengan nama kawul (Jawa barat), baruk (Tana Toraja) dan beru (Bugis) .  Bunga aren jantan dan betina berpisah, besar, tangkai perbungaan muncul dari batang, panjangnya 1-1,5 m masingmasing pada rachille. Bunga aren berbentuk tandan dengan malai bunga yang menggantung. Bunga tersebut tumbuh pada ketiak-ketiak pelepah atau ruas-ruas batang bekas tempat tumbuh pelepah.
 Proses pembentukan bunga mulamula muncul dari pucuk, kemudian disusul oleh tunas-tunas berikutnya ke arah bawah pohon. Dalam hal ini bunga aren tumbuh secara basiferal, yaitu bunga yang paling awal terletak di ujung batang, sedangkan bunga yang tumbuh belakangan terletak pada tunas berikutnya ke arah bawah. Tandan bunga yang ada di bagian atas terdiri dari bunga betina. Sedangkan yang di bagian bawah, biasanya terdiri dari bunga jantan. Jadi pada satu pohon aren terdapat bunga jantan dan bunga betina, hanya saja berada pada tandan yang berbeda. Karena letaknya ini, maka bunga aren termasuk kelompok monosius uniseksual. Bunga jantan berwarna keunguan atau kecoklatan, berbentuk bulat telur memanjang, berdaun bunga tiga, serta berkelopak 3 helai. Sedangkan bunga betina berwarna hijau, memiliki mahkota bunga segi tiga yang beruas-ruas, bakal bijinya bersel tiga, dan berputik tiga. Buah aren terbentuk dari penyerbukan bunga jantan pada bunga betina. Penyerbukan aren diduga tidak dilakukan oleh angin tetapi oleh serangga. Apabila proses penyerbukan berjalan baik maka akan dihasilkan buah yang lebat. Buah aren tumbuh bergelantungan pada tandan yang bercabang dengan panjang sekitar 90 cm. Untuk pohon aren yang pertumbuhannya baik, bisa terdapat 4-5 tandan buah. Buah aren termasuk buah buni, bentuknya bulat, ujung tertoreh, 4x5 cm, sesil dan terdapat 3 bractea yang tebal, secara rapat berkumpul sepanjang tangkai perbungaan, berwarna hijau, buah masak warna kuning, terdapat 3 biji keras


II.                MANFAAT AREN (Arenga pinnata) SECARA EKONOMI

1. Pembuatan gula aren
Siapa yang tidak kenal dengan jenis gula yang satu ini? Ya, gula aren merupakan salah satu produk olahan dari tanaman aren, yang diperlohe dari sadapan pohon aren yang dinamakan nira. Dari nira inilah kemudain dilah menjadi bentuk gula yang keras dan padat serta manis. Inilah yang kemudian sering kita kenal dengan istilah gula aren. Gula aren sendiri biasanya sering dimanfaatkan sebagai bahan campuran dalam pembuatan masakan ataupun minuman khas dari suatu daerah.
2. Sebagai minuman fermentasi
Nira yang tidak diolah menjadi gula aren dapat dimanfaatkan sebagai salah satu jenis minuman fermentasi dengan rasa yang manis dan menyegarkan. Biasanya nira hasil dari pohon aren ini dijual dengan menggunakan pikulan yang terbuat dari bambu. Sayang sekali, penjualan air nira pada tabung pikulan bambu saat ini sudah sangat jarang ditemui.
3. Bahan pembuatan tuak
Selain dimanfaatkan sebagai minuman, manfaat pohon aren yang menghasilkan nira juga merupakan salah satu bahan baku pembuatan minuman beralkohol khas tanah, batak yang sering kita kenal dengan nama tuak. Nira difermentasikan dan juga ditambahkan berbagai macam bahan lainnya, dan kemudian pada akhirnya akan menjadi minuman tradisional dari tanah batak bernama tuak.
4. Pembuatan cuka aren
Nira juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan utama pembuatan cuka aren. Namun begitu, cuka aren saat ini popularitasnya sudah kalah jauh oleh cuka dapur yang dibuat oleh pabrik yang lebih modern.
5. Bahan campuran pengembang roti
Ternyata, nira juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pengembang pada pembuatan roti. Dengan menggunakan campuran nira sebagai bahan pengembang roti, roti yang dibuat akan mengembang dengan baik dan sempurna.


6. Kolang kaling



Kolang kaling merupakan salah satu bahan makanan yang sering kita temuli pada minuman es campur atau pun dalam makanan kolak pisang. Biasanya kolang kaling akan banyak dijual di pasar, terutama selama hari puasa dan bulan ramadhan. Tahukah anda, bahwa manfaat pohon aren ini yang menghasilkan kolang kaling. Kolang kaling merupakan biji dari buah aren, yang telah diolah sedemikian rupa menjadi kolang kaling yang kita kenal saat ini.
7. Sebagai atap rumah
Manfaat lainnya dari pohon aren yang bisa diperoleh adalah dari daunnya. Daun pohon aren sering dimanfaatkan oleh warga desa kecil untuk membangun rumah. Dalam hal ini, daun dari pohon aren bermanfaat untuk menjadi atap rumah, yang dapat melindungi mereka dari panas dan hujan pada tempat tinggal mereka.
8. Pembuatan sapu ijuk
Manfaat pohon aren bagian daunnya dapat dimanfaatkan juga sebagai pembuatan sapu ijuk. Sapu ijuk merupakan jenis sapu yang biasa kita temui untuk menyapu rumah dan membersihkan lantai. Sapu ijuk juga memilki kualitas yang sama baiknya dengan sapu yang dibuat dengan menggunakan sabut kelapa.
9. Sebagai pembungkus
Dalam kehidupan masyarakat tradisional, dan juga biasanya dalam transaksi jual beli di pasar tradisional, daun aren juga sering dimanfaatkan sebagai salah satu pembungkus makanan ataupun pembungkus belanjaan. Hal ini dapat menggantikan peran dari daun pisang ataupun dari daun jati yang serng juga digunakan sebagai salah satu pembungkus.
10. Pembuatan sapu lidi
Sama seperti daun kelapa, daun dari pohon aren juga dapat dimanfaatkan untuk diambil lidinya. Lidi ini kemudian dapat disatukan dan juga digabungkan menjadi sapu lidi. Sapu lidi ini memiliki banyak kegunaan, diantaranya adalah dapat dimanfaatkan untuk menyapu pekarangan rumah.
11. Pembuatan tali ijuk
Selain sebagai sapu ijuk, daun aren juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan tali ijuk. Tali ijuk ini dapat digunakan untuk mengikat dengan kuat bambu dan konstruksi rumah lainnya. Seain itu, tali ijuk ini juga sering dimanfaatkan untuk mengikat sesuatu yang berada di dalam laut
12. Pembuatan senar pancing dari pelepah
Manfaat pohon aren pada bagian pelepahnya juga dapat diolah. Salah satu olahan dari pelepah aren adalah pembuatan senar pada alat pancingan. Tentu saja bagi anda yang hobi memancing mungkin sudah mengetahui hal ini.
13. Sebagai pembuatan papan
Batang dari pohon aren juga dapat dimanfaatkan kayunya. Biasanya, kayu dari batang pohon aren ini dimanfaatkan untuk menjadi papan. Papan kayu ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan, bisa menjadi papan sekat lemari ataupun bisa juga digunakan untk membuat papan tulis.
14. Dibuat menjadi tongkat
Selain menjadi bentuk papan, kayu dari batang pohon aren ini juga sangat baik dan sering dimanfaatkan untuk pembuatan tongkat ataupun pembuatan alat bantu berjalan.
15. Sebagai bahan anyaman
Akar dari manfaat pohon aren juga sering digunakan untuk pembuatan anyaman. Anyaman ini dapat menjadi bentuk-bentuk kerajinan tangan, seperti tas ataupun gelang sehingga dapat memberikan nilai jual yang tinggi.
16. Digunakan untuk membuat cambuk
Selain dijadikan anyaman, akar dari pohon aren juga sering digunakan untuk pembuatan cambuk. Dengan konturnya yang tidak aku, namun juga kuat, maka akar dari tanaman aren ini sering diolah menjadi cambuk.